7 tahun sudah ..

Standard

Dapat ucapan dari WordPress.Com .. Semoga saya terus bisa mewujudkan hobby ini menjadi suatu yang luar biasa .. terimakasih wp.com …

7tahun mengabdi di Wp

[draguscn]

 

Jalan-jalan di Hari Minggu

Standard

image

Hari ini jalan jalan bersama anak anak di alun alun. 1 putaran saya mampir ke toko koran dan buku buku. Beberapa buku menarik perhatian, akhirnya beli juga beberapa.
Selain itu cari sarapan ke belakang sasana krida ternyata ada warung baru, bersih dan juga makanannya cukup enak. Kami sarapan di sana ada yang makan nasi campur, ada yang makan nasi pecel, wadernya ternyata juga renyah sekali.

Pulangnya kami ke indomart dulu. Lalu mengajari mira cara posting ke wordpress dengan menggunakan google speak. Untuk memancing minat mereka terhadap blog, terpaksa deh harus ada insentif dulu. Satu postingan dihargai 1000 rupiah, mira langsung mendapatkan 2000. Postingan yang dibuatnya mirip mirip dengan tulisan saya diatas sebuah postingan lagi berupa image.

[draguscn]

Oppo dan Nexus bertemu pasangan

Standard

Kemaren saya dikirimi Bhinneka 2 barang yang saya beli sejak 4 hari yang lalu. Datang dengan kotak besar dan diberi semacam balon udara untuk menghindarkan goncangan di sebelah dalamnya.
Di dalamnya terbungkus dengan apik, keyboard rapoo E6100 dan Headset Jabra Clear berwarna putih keduanya. Maka dimulailah ngudak yang namanya barang baru.

image

Keyboard Rapoo ngga susah-susah dikoneksi dengan Oppo N1, Nexus 5 dan iPad. langsung bisa buat ngetik seperti post sekarang ini diketik di Oppo N1. Iseng-iseng bikin tulisan ini pas listrik padam, dan pengen jajal sampai seberapa kemampuan keyboard ini bisa nyaman digunakan. Sebenernya pengen bikinnya di iPad. Tapi karena iseng minggu ngga kemana-mana, pas sadar ternyata batrenya sudah menipis, jadi sekarang sedang dicharge dulu. Rencananya mau buat editing aja nanti.
Dan bener aja para pendahulu yang sudah review keyboard ini, ternyata memang cukup nyaman, tutsnya segede keyboard laptop dan kunci-kunci yang diperlukan cukup tersedia. Saat N1 mati karena sedang berpikir cari ide, keyboard juga mati saat dinyalakan  kembali lagi connected .. lumayan.

Keterbatasan yang tadinya karena layar handphone yang walaupun sudah cukup lebar, tapi menjadi berkurang separonya karena dibagi dengan keyboard, sekarang sudah bisa teratasi. Sedianya memang mau digunakan untuk iPad. dan beginilah jadinya kalo berpasangan dengan iPad

image

Nah kemudahan dengan koneksi bluetooth Keyboard dari Rapoo ngga serta merta diiringi dengan jabra clear, bluetooth headset. Bentuknya memang nyaman sekali di telinga. Dan pada Oppo N1 metode koneksinya sangat mirip dengan keyboard Rapoo. Tapi tidak demikian dengan Nexus. sampe geregetan rasanya dan rasa-rasa menyesal sebelumnya ngga waspada bahwa Nexus membesut Bluetooth 4.0 sedangkan Jabra cuma 3.0 menimbulkan kekhawatiran tidak kompatibelnya kedua alat ini.

image

Setelah bolak-balik melihat petunjuk pengoperasian di situs jabra.com, menghabiskan antara 2 waktu shalat dan 2 lembar kaos yang turut basah karena keringat, akhirnya berhasil juga terhubung. Hal yang tidak saya lakukan di Oppo adalah pada saat menghidupkan Jabra, kemudian diikuti dengan menekan tombol multifungsi beberapa detik sehingga kemudian nama Jabra Clear muncul di layar Nexus. Alhamdulillah.

Memang ini dibeli karena penggunaannya sudah tidak aneh lagi di Dinkes, tentunya pada saat rapat. Saya ingat dulu pernah punya Bluetooth Headset, waktu itu masih terasa aneh, ada orang kemana-mana telinganya ada batangan berwarna hitam. Padahal ya sudah sekecil Jabra ini juga, tapi ya namanya aneh ya aneh aja .. bahkan kemaren-kemaren di tahun 2012 pada saat mas Anang yang juga penggila gadget mulai rapat dengan menggunakan headset masih terasa ngga enak liat orang-orang yang memandang aneh .. hehehe .. bagaimana enaknya teknologi pun kalo kita jadi weirdo gara-gara memanfaatkan diantara orang yang belum terbiasa akan bikin perasaan tidak enak.

image

Kebetulan, baik Oppo dan Nexus, datang dengan ‘bungkus’ yang memang memudahkan dan melindungi. Tapi jadi bikin konyol pas terima telpon dengan cover yang terpaksa dibuka bak pake buku di depan muka .. Jadi saya putuskan untuk menggunakan headset.

Nah jadilah Oppo ketemu Rapoo, dan Nexus ketemu Jabra. Meski begitu rasanya saya akan menggunakan Rapoo lebih dengan iPad. Karena layarnya lebih lebar itu saja. segitu dulu deh edisi minggu ini.

[draguscn]

Tetangga Warung

Standard

malam di warung

Tempat tinggal saya ini adalah rumah dinas yang letaknya berada di ujung gang. Di sebelah kanan rumah ini, kantor PLN, diantaranya adalah gang yang saya sebutkan pertama tadi, yang kalo ditelusuri 100 m ke belakang akan bertemu denganĀ  perumahan penduduk. Sedangkan sebelah kirinya (bagian selatan) rumah ini adalah deretan warung-warung yang berakhir sampai dengan jalannya bertemu dengan protokol, Jl. Panglima Soedirman.

Jadi otomatis tetangga kami adalah warung-warung yang memanjang di sisi sebelah timur dari alun-alun Kraksaan. Seringkali kalau orang-orang atau keluarga bertamu ke rumah ini guarauannya adalah “dapur kami panjang, setiap hari istri saya memasak nasi goreng, mie goreng, nasi pecel dan lain-lain”

Tetangga langsung kami adalah Warung Kopi Pak Anang. Begitu saja saya menyebutnya. Sesuai dengan tajuk warung yang terpampang di spanduk yang digunakan menutup bagian depannya. Sebenarnya pemilik warungnya ini adalah bapaknya Pak Min, yang kebetulan adalah pak becaknya anak-anak kalau sedang pergi ke kursus bahasa inggris. Mereka berdua suami-isteri yang bertugas jaga warung dari pagi sampai pagi lagi .. ya warungnya buka 24 jam. Pengunjung tetapnya adalah petugas-petugas dari kantor PLN. Karena kantor PLN di sebelah ini ada ‘UGD’nya juga. Jadilah meskipun dinihari, warung pak Anang tetap ada penggemarnya.

Kopi adalah menu utama nampaknya, baik yang dibuat sendiri – wanginya sedap sekali bila bu Min menyangrai kopinya pagi-pagi – maupun yang instan, terlihat dari juntaian bungkusan berbagai merek di bagian samping yang berbatasan dengan rumah. Juga panganan seperti internet (indomie telor kornet), dan jenis-jenis indomie lainnya. Kalau makanan yang berat-berat, adanya di warung-warung yang lebih ke selatan. Urut dari warungnya pak Min ada penjual es kelamud, Gado-gado, bakso, Mie Barokah dll. Diujung blok sebelum pintu masuk ke Kantor Kecamatan ada warung kelontong yang juga buka 24 jam.

Itu deh tetangga-tetangga saya. Nama mereka lebih saya kenal dengan nama warung yang mereka tulis di depan besar-besar. Kadang bukan nama mereka sendiri. Setiap lewat mau nunggu angkot ke kantor biasanya mereka menyapa “pak Dokter, pagi..” ..

[draguscn]