Audzubillahi minassyaithanirrajiim
Posisi Koitus adalah hal yang biasanya sangat tabu untuk dibicarakan. Bahkan antara dua sahabat biasanya mereka tidak benar-benar menceritakan bagaimana posisi yg dilakukan. Pengertian yang didapatkanpun akhirnya hanya mengandalkan bahwa posisi bermacam-macam akan menimbulkan kenikmatan yang berbeda-beda .. kamasutra banget ..
Posisi koitus meskipun menunjukkan banyak variasi, mulai dari yang berhadapan muka (vis a vis) dengan wanita di bawah atau diatas, atau keduanya tidur miring, sampai pria menghadap ke punggung wanita (vis a targo), untuk klinik hanya 3 posisi yang mempunyai arti, yaitu :
-
wanita baring telentang, pria di atas;
-
pria baring telentang, wanita di atas; dan
-
wanita dalam posisi lutut-siku, pria di belakang (doggy style)
Pada pasangan yang mengingini anak dengan rahim yang normal (rahim yang normal adalah bila kantung rahim berada ke arah depan atau ke dinding perut), maka posisi pertama inilah yang paling baik. Dalam masa setelah orgasme, mulut rahim terbenam dalam air mani yang terkumpul di ujung vagina (fornix posterior). Penempatan bantal di bawah panggul dapat memperbesar lagi kemungkinan terjadinya kehamilan, karena sperma tidak lekas keluar dari vagina. Lain lagi bila wanita sedang hamil tua, bulan ke 6 – 9, maka posisi ini tidak dianjurkan. Karena sentuhan langsung pada berulang-ulang dari penis pada mulut rahim akan menyebabkan iritasi. Posisi ini juga tidak baik untuk pria yang menderita sakit jantung, karena pada posisi ini pria yang aktif.
Pada posisi ke-2 akar penis bersentuhan dengan klitoris dapat menguntungkan dalam mencapai orgasme wanita. Karena wanita yang aktif maka posisi ini baik untuk pria yang gemuk atau yang menderita penyakit jantung. Namun ditinjau dari sudut ingin punya anak, posisi ini kurang bermanfaat, karena air mani lekas keluar dari vagina.
Pada posisi ke-3 perineum (daerah antara dubur dan kemaluan) pada wanita kurang tertekan. Posisi ini dianjurkan apabila koitus dirasakan nyeri oleh wanita akibat perlukaan perineum atau akibat episiotomi pada waktu persalinan, dan setelah penjahitan pada vagina dan perineum. Selanjutnya pada uterus yang menghadap ke belakang, ditemukan pada beberapa wanita, posisi ini menguntungkan, karena sperma ditempatkan di forniks anterior (dinding depan ujung vagina) sedangkan mulut rahim menghadap dinding depan. Juga pada wanita hamil tua, karena penis tidak terlampau keras menyentuh mulut rahim, ![]()
Di samping ini adalah arah penis terhadap sumbu vagina dalam ketiga posisi yang telah dijelaskan. Semoga untuk bapak-ibu yang sudah –ehm– sering melakukan hal ini menambah pengetahuan. Dan menjadi ilmu yang berguna untuk yg eh .. belum boleh ..
![]()
Post Sebelum Ini : Hubungan Kelamin Normal








Tak kiro posisi ujian Pak, tibak’e… (ayo mbokne arek-arek) hehehe…
Bwahahaha .. Ujian juga kayaknya deh ..
[...] 200 lebih .. yang ini malah cuma dapat pengunjung sebelas. Itu juga kebanyakan yang pada lihat siluet-siluet cintah .. ya Allah .. paling-paling tersesat mengira stensilan .. [...]