Kurang lebih 2 minggu yang lalu saya beli buku ke-2nya mas Nunu yang berjudul “The Science & Miracle of Zona Ikhlas”. Buku pertamanya Quantum Ikhlas, sudah jadi best seller.
Membaca buku yang ke-2 ini saya ibaratkan seperti ini .. kalo pada buku pertama kita belajar dengan dosen pengajar yang canggih, semua ilmu baru yang bikin terperangah .. maka pada buku kedua ini yang ngajar adalah profesor sepuh gurunya pak dosen canggih tadi .. ngga banyak yang bisa dijabarkan lagi tentang keilmuannya oleh pak profesor .. tapi dia memberikan kebijakan bagaimana ilmu itu digunakan sehari-hari .. selayaknya perjalanan kepada kebijakan maka buku kedua ini menurut saya “lebih bercerita” tentang bagaimana bumi zona ikhlas itu dipijak oleh pejuang-pejuangnya .. ngga hanya yang berhasil dan “ajaib” tapi juga yang ditempeleng kesadaran bahwa disetiap ilmu selalu dititipkan fujuraha wa taqwaha ..
Buku yang banyak memberikan cerita baik dari penulis maupun beberapa orang yang juga belajar Quantum Ikhlas ini juga mungkin terasa lebih enak saya baca karena saya sudah mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh Katahati Institute, Mind Focus dan Heart Focus, masih ada satu pelatihan lagi yaitu Soul Focus dan persiapan sebelum pelatihan itu yang disebut PreSoul Focus. Pada Mind Focus kita diajarkan mengenali Otak dan Teknologi yang bisa digunakan untuk mempersiapkan otak ini agar kelak menjadi titik masuk pengajaran ikhlas. Pada Heart Focus kita diajarkan mengenali Hati dan bahasa yang biasa digunakan oleh hati tersebut, dari kenistaan-nya “Putus Asa” sampai dengan keindahannya “Damai” .. saya belum punya kesempatan mengikuti Pre Soul Focus dan tentu saja belum mengikuti Soul Focus. Tapi untuk 2 hal itu saja sudah cukup banyak yang bisa dikerjakan sebagai sarana latihan.
Hasil? Anda bisa baca puluhan kisah keberhasilan dan ada kegagalan juga yang disertakan dalam buku ini. Bagi saya judul itulah yang ingin saya sampaikan .. dulu saya mengharap banyak keajaiban itu terjadi pada saya .. sekarang saya melihat bahwa saya sudah bisa melihat keajaiban lebih bersifat bisa dipelajari, diharapkan terjadi “tujuan akhirnya” dan mengikhlaskan jalan yang tiba-tiba terlihat sebagai cara mencapai tujuan tadi. Kadang-kadang sesuai dengan yang kita pikirkan, kadang-kadang sangat tidak bisa ditebak, yang mungkin menyebabkan rasa ajaibnya nendang ..
Ingin merasai keajaiban. Yuk baca bukunya, ikuti pelatihannya .. Salam Ikhlas.
![]()
post ini dibuat dengan windows live writer ® yg dapat anda temukan di blog pom | pom2 | pkm








Pertamax…
“luck”, itu termasuk faktor keajaiban bukan?
Dalam kelas Quantum Ikhlas, keajaiban direncanakan, Tik. So LUCK ngga diperhitungkan. Sebenernya pun ngga ada keberuntungan yang ngga kita harapkan sebelumnya … duh law of attraction banget ..
Wahhh, jadi malu… akhir-akhir ini jarang banget baca buku, keseringan mantengin mesin-mesin di rak yang kadang bikin pusing, fiuhhh
mbaca paragraf terakhir berulang-ulang, jadi sebenernya keajaiban itu bisa kita runut dan kita rancang ya dok..? Tapi kan kadang image dari “ajaib” sendiri kan : ganjil; aneh; jarang ada; tidak spt biasa; mengherankan, dll (nyontek dari kbbi)
Hasilnya Ndri yang bisa direncanakan .. kalo caranya, disitulah keajaiban itu masih bisa dirasai hadirnya. Kita bisa berdoa untuk tujuan akhirnya tapi caranya bisa Kuberi dari jalan yang tak kau sangka-sangka .. keseringannya kita memaksakan ingin sesuatu dengan cara kita. Itu prerogatif Gusti Allah .. kita cuma mendoa (kontemplasi) dan begitu momentum muncul segera kita laksanakan sesuai dengan “caraNya” .. *rasanya sih gitu ..*