Mencari Tuhan Yang Sederhana
Seusai menunaikan shalat shubuh, kami bertiga menunggu pak Kyai, seperti biasa. Aku, Abi dan Lili sudah sejak lama kami punya kebiasaan ini, bersama beliau kami selalu merasa tenteram. Mungkin karena gelombang ikhlas dari hati beliau yang begitu luas sehingga kami selalu merasa nyaman di dekat pak Kyai.
Lili mulai bertanya “bagaimana sebenarnya mencari keberadaan Tuhan itu Yai, kenapa rasanya sulit sekali?”
Hal yang Membatalkan Puasa
- Makan dan minum dengan sengaja, jika dilakukan karena lupa maka tidak batal puasanya.
- Jima’ (senggama)
- Memasukkan makanan ke dalam perut. Termasuk yang mengenyangkan dan tranfusi darah bagi orang yan berpuasa
- Mengeluarkan mani dalam keadaan terjaga karena onani, bersentuhan, ciuman atau sebab lainnya dengan sengaja yang menimbulkansyahwat. Adapun keluar mani karena “mimpi basah” tidak membatalkan.
- Keluar darah haid dan nifas. Manakala seorang wanita mendapati darah haid atau nifas batallah puasanya, baik pada pagi hari atau sore hari sebelum terbenam matahari.
- Sengaja muntah, dengan mengeluarkan makanan dan atau minuman dari perut melalui mulut.
- Murtad dari Islam (na’udzubillahi min dzalik). Perbuatan ini menghapuskan segala amal kebaikan.
Sunnah-Sunnah Puasa
Berikut adalah beberapa sunnah atau amalan-amalan yang dianjurkan pada saat berpuasa
- Mengakhirkan sahur
Mengakhirkan sahur sampai akhir waktu malam, selama tidak dikhawatirkan terbit fajar. (HR. Bukhari Muslim) - Menyegerakan berbuka
”Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka” (HR Bukhari Muslim) - Berdoa ketika berbuka
Perlu diketahui bahwa do’a ketika berbuka adalah salah satu dia yang mustajab dan tidak akan ditolak. Nabi SAW bersabda : “Ada 3 orang yang do’anya tidak ditolak [1] Pemimpin yang adil; [2] Orang yang berpuasa ketika dia berbuka [3] Doa orang yang terzhalimi. (HR Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Ibnu Majjah) - Memberi makan orang berbuka
Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun (HR Tirmidzi) - Memperbanyak ibadah di bulan ramadhan
Rasul mencontohkan psling banyak bersedekah, berbuat baik, membaca Al-Quran, Shalat, Dzikr dan I’tikaf. - Sabar
Jika dicaci maki, supaya mengatakan “saya berpuasa” dan membalas kejahatan yang dilakukan dengan kebaikan.
Selamat Berpuasa !
Mengajar Anak Berpuasa
Sudah biasa pada saat bulan puasa, orangtua yang mempunyai anak berumur balita, usia pra sekolah atau bahkan kelas 1-3 SD, mulai memikirkan bagaimana caranya mengajari anak ikut berpuasa. Ada beberapa yang sudah sering kita dengar sebagai iming-iming anak yang bisa berpuasa sampai maghrib, atau sebulan penuh, atau sekedar puasa beduk. Mulai dari iming-iming uang, pakaian lebaran, mainan dll.
Hal-hal yg boleh dalam puasa
Allah dan RasulNya telah membolehkan beberapa hal bagi orang yang berpuasa, dan tidak menganggapnya suatu kesalahan jika mengamalkannya.
- Memasuki waktu shubuh dalam keadaan junub.
Diantara yang pernah dilakukan Rasul SAW adalah masuk fajar dalam keadaan junuib karena jima’ dengan isterinya, beliau mandi setelah fajar kemudian shalat. - Bersiwak
Rasul bersabda “seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku suruh mereka untuk bersiwak setiap kali wudlu” - Berkumur dan Istinsyaq
Karena rasul SAW berkumur dan beristinsyaq (memasukkan air ke hidung) dalam keadaan berpuasa, tapi melarang orang yang berpuasa berlebihan ketika beristinsyaq. - Bercengkerama dan mencium isteri
Aisyah RA pernah berkata “Adalah Rasulullah SAW pernah mencium dalam keadaan berpuasa dan bercengkerama, akan tetapi beliau adalaha orang yang paling bisa menahan diri. - Mengeluarkan darah dan suntikan yang tidak mengandung zat makanan.
- Berbekam
Ibnu Abbas RA meriwayatkan “Sesungguhnya Nabi SAW berbekam, padahal beluiau sedang berpuasa”. - Mencicipi makanan
Hal ini dibatasi, yaitu tidak melewati tenggorokan. - Bercelak, memakai tetes mata dan lainnya yang masuk ke mata.
- Mengguyurkan Air ke Atas Kepala dan Mandi.
Tidak apa-apa berkumur-kumur dan memakai air dingin dalam keadaan puasa. Rasul SAW mengguyurkan air ke kepalanya dalam keadaan puasa karena haus atau kepanasan.

