<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dragus.cn</title>
	<atom:link href="http://dragus.cn/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dragus.cn</link>
	<description>Memoar Kerinduan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Feb 2012 01:46:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Pengen ke Jogja</title>
		<link>http://dragus.cn/personal/pengen-ke-jogja/</link>
		<comments>http://dragus.cn/personal/pengen-ke-jogja/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 14:58:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>draguscn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Post A Day 2012]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dragus.cn/?p=6614</guid>
		<description><![CDATA[<p><img width="300" height="209" src="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2012/01/borobudur-temple-300x209.jpg" class="attachment-medium wp-post-image" alt="borobudur-temple.jpg" title="borobudur-temple.jpg" /></p>Standard dari tahun ke tahun .. pengen banget berkunjung ke YK. Masih dengan pikiran disana bisa santai bisa lebih pelan irama kehidupan. Tapi di tahun 2011 kemaren staf saya yang ikutan liburan bersama teman-teman di Kabupaten Probolinggo yang sama-sama pengelola P2 TB Paru, ternyata bertemu dengan suasana padat dan serba terburu-buru. Bagaimanapun saya tetap memasukkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img width="300" height="209" src="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2012/01/borobudur-temple-300x209.jpg" class="attachment-medium wp-post-image" alt="borobudur-temple.jpg" title="borobudur-temple.jpg" /></p><p>Standard dari tahun ke tahun .. pengen banget berkunjung ke YK. Masih dengan pikiran disana bisa santai bisa lebih pelan irama kehidupan. Tapi di tahun 2011 kemaren staf saya yang ikutan liburan bersama teman-teman di Kabupaten Probolinggo yang sama-sama pengelola P2 TB Paru, ternyata bertemu dengan suasana padat dan serba terburu-buru. Bagaimanapun saya tetap memasukkan Jogja sebagai tujuan wisata kalo-kalo nanti ada kesempatan pergi-pergi.</p>
<p><a href="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2012/01/13106016681689665199.jpg"><img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-top: 0px; margin-right: auto; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="13106016681689665199" border="0" alt="13106016681689665199" src="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2012/01/13106016681689665199_thumb.jpg" width="406" height="306" /></a></p>
<p><a href="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2012/01/borobudur-temple.jpg"><img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-top: 0px; margin-right: auto; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="borobudur-temple" border="0" alt="borobudur-temple" src="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2012/01/borobudur-temple_thumb.jpg" width="406" height="285" /></a></p>
<p><a href="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2012/01/Yogyakarta2.jpg"><img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-top: 0px; margin-right: auto; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="Yogyakarta2" border="0" alt="Yogyakarta2" src="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2012/01/Yogyakarta2_thumb.jpg" width="406" height="310" /></a></p>
<p><a href="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2012/01/kraton-yogyakarta.jpg"><img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-top: 0px; margin-right: auto; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="kraton-yogyakarta" border="0" alt="kraton-yogyakarta" src="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2012/01/kraton-yogyakarta_thumb.jpg" width="406" height="273" /></a></p>
<p>Entahlah kalo nanti sempat ke sana apa masih seperti yang saya ingat dulu .. tapi setidaknya selain kenangan akan tempat-tempat itu ada kawan-kawan dan keluarga yang juga bisa dijadikan alasan kenapa Jogja jadi tujuan. <img style="border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-top-style: none; border-right-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-airplane" alt="Airplane" src="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2012/01/wlEmoticon-airplane.png" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dragus.cn/personal/pengen-ke-jogja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Matahari</title>
		<link>http://dragus.cn/cerita/tiga-matahari/</link>
		<comments>http://dragus.cn/cerita/tiga-matahari/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 13:06:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>draguscn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Gerhana]]></category>
		<category><![CDATA[I Love You]]></category>
		<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pelangi dan Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[Rindu]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Harapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dragus.cn/?p=6323</guid>
		<description><![CDATA[<p><img width="300" height="199" src="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2012/01/kenangan-300x199.jpg" class="attachment-medium wp-post-image" alt="kenangan.jpg" title="kenangan.jpg" /></p>KENANGAN Kalau ada hal yang paling aku suka sekaligus paling aku tidak nyaman karenanya adalah apa yang kita sebut sebagai kenangan. Terlebih yang ada kamu didalamnya. Saat itu, aku jadi panitia Dies Natalis dan kau adalah undangan dari SMA-SMA yang mengadu lomba merdunya suara melantunkan ayat-ayat kitab suci. Kita bertemu sekilas. Dan aku tak menyangka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img width="300" height="199" src="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2012/01/kenangan-300x199.jpg" class="attachment-medium wp-post-image" alt="kenangan.jpg" title="kenangan.jpg" /></p><div>
<h2>KENANGAN</h2>
<p>Kalau ada hal yang paling aku suka sekaligus paling aku tidak nyaman karenanya adalah apa yang kita sebut sebagai <strong>kenangan</strong>. Terlebih yang ada kamu didalamnya.</p>
<p><a href="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2012/01/kenangan.jpg"><img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="kenangan" border="0" alt="kenangan" src="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2012/01/kenangan_thumb.jpg" width="502" height="334" /></a></p>
<p>Saat itu, aku jadi panitia Dies Natalis dan kau adalah undangan dari SMA-SMA yang mengadu lomba merdunya suara melantunkan ayat-ayat kitab suci. Kita bertemu sekilas. Dan aku tak menyangka kau akan jadi adik kelas yang paling memberi banyak memori dalam kehidupanku sebagai mahasiswa.</p>
<p>Tentu saja kita berkenalan lagi sudah beda situasi. Banyak yang segera melihatmu dengan kecemerlanganmu itu. Dan tak sedikit yang segera punya inisiatif untuk bertindak nyata. Aku juga menyukaimu. Tapi waktu yang kemudian mengubah rasa suka menjadi sesuatu yang luar biasa.</p>
<p>Masih ingatkah kau ketika menengokku yang sedang sakit. Mungkin disanalah akhirnya kita bisa jadi satu. Entah harus bersyukur atau sebaiknya mengutuk kepada teman yang waktu itu menemanimu ke kosku.</p>
<p>Well, kurasa perjalananku kumulai disini.</p>
<h2>I LOVE YOU</h2>
<p>Kata aku mencintaimu hampir tidak pernah kita ucapkan. Entah mulutku yang kelu atau memang kenyataan mencintai belum sepenuhnya ada. Apakah kita selama itu hanya terjebak dalam <em>passion.</em></p>
<p><span class="class"><img class="photo_img img" alt="" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/389925_2964797402136_1327669288_3292159_1587388785_n.jpg" width="500" height="374" /><span class="caption"></span></span></p>
<p>Entahlah, aku memang sepertinya tidak terlalu kenal dengan yang namanya cinta waktu itu. Yang kutahu bila aku dekat denganmu aku senang, aku bahagia. Aku bisa menikmati hari. Dan kita akan segera mengulas banyak rencana untuk hari itu. Dadakan atau sudah lama kita rencanakan selalu asyik bila kita sudah mulai mencari-cari apa saja yang bisa kita nikmati.</p>
<p>Tak lupa ritual magis bersentuhan tangan, yang tiba-tiba tak tertahankan itupun mewarnai pertemuan-pertemuan kita. Kebanyakan di tempatku. Tak banyak yang bisa mengganggu kebersamaan kita disana. Oya.. masih ingatkah kau kita punya KHB. Kue Habis Bercinta. Itu cuma Cracker Biscuit yang memang selalu ada di tasmu. Kau bawa itu tiap waktu karena gastritismu. Tapi seringkali kalau sudah itu, aku yang akan menghabiskan kue itu paling banyak. Bahkan di swalayan kita sering saling minta mengingatkan untuk beli KHB. Kau akan tertawa manja kalau sudah begitu, dan aku akan mengusap rambutmu. Dan segera banyak pasang mata iri melihat kita.</p>
<p>Itukah bukti cinta? Entahlah .. setidaknya tiap dekat denganmu aku senang luar biasa.</p>
<h2>JEALOUSY</h2>
<p>Cemburu juga selalu jadi warna kenangan kita. Dan kalau bicara cemburu, tampaknya aku yang selalu terbakar. Entah karena kau memang orang yang pantas untuk dicemburui atau karena memang pada dasarnya aku adalah orang yang sangat pencemburu.</p>
<p><span class="class"><img class="photo_img img" alt="" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/408290_2964789841947_1327669288_3292158_1972098384_n.jpg" /><span class="caption"></span></span></p>
<p>Bicara tentang cemburu, ini yang selalu bikin kenangan jadi menyebalkan untuk dikenang. Kalau saja memutar waktu bisa dilakukan, mungkin momen-momen cemburu yang selalu berujung pertengkaran dan kenangan pahit itu, bisa kita <em>delete </em>bersama dan kita ganti dengan <em>&quot;kita baik-baik saja&quot;</em>.</p>
<p>Ingatkah kau, waktu kau ikut menghadiri konferensi mahasiswa se-Asia? Di mana waktu itu? Bangkok? Semua cerita yang kau tuliskan lewat email tentang keindahan kota, tentang ramainya acara, tentang majunya perkembangan pengetahuan disana seakan lenyap begitu kau bercerita ada yang selalu menemanimu minum kopi di pojokan tertentu kota itu, bersamamu duduk mendengarkan materi, menjemputmu dari tempat menginap ke gedung acara. Seminggu yang paling menggelisahkan yang pernah kualami. Terlebih lagi, ternyata mahasiswa dari Semarang itupun nekat mendatangimu di kelas waktu kau sudah di Jakarta.</p>
<p>Apa yang kau lakukan disana? Apa yang kau ingat tentang hubungan kita? Apa aku bisa percaya yang kau ceritakan begitu saja? Kenapa setiap kali aku mencemburuimu, selalu ada <em>sequele </em>dan itu seakan-akan membenarkan prasangka?</p>
<p>Cemburu bukan kenangan yang nyaman untuk dikenang.</p>
<h2>RUMAH HARAPAN</h2>
<p>Diatas bangunan hubungan dua insan selalu ada harapan untuk singgah di bawah atap yang sama. Dan bisa menata setiap pernik, setiap perkakas dengan cinta milik bersama.</p>
<p><span class="class"><img class="photo_img img" alt="" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/382804_2964806362360_1327669288_3292161_1392576211_n.jpg" /><span class="caption"></span></span></p>
<p>Begitu juga kita. Kita punya tempat pergi dari kesibukan Jakarta yang penuh sesak dengan manusia. Kepada sesuatu yang hijau, sendiri dan damai. Di sana rumah imajiner kita.</p>
<p>Ingatkah kau, kita selalu memimpikan menata tamannya dengan cukup banyak tanaman dan menjadikannya warna-warni. Dan aku akan menimpali dengan menambahnya dengan berbagai mainan anak-anak, ayunan, jungkat-jungkit. Dan kita akan segera mengingat berapa banyak mereka yang akan berlari-lari kecil di dalamnya. Sekarang rumah itu tinggal sedikit sudut kenangan di hatiku, aku tidak tahu apa masih membekas di hatimu atau tidak. Yang jelas tanah lapang yang pernah kita impikan, mungkin sekali sudah tidak ada dengan bertambahnya orang begini .. </p>
<p>Kalau malam kebetulan cerah, rumah idaman itu ada di bintang yang paling terang yang bersinar di sudut sana.</p>
<h2>PELANGI DAN MATAHARI</h2>
<p>Walaupun kita bisa ribut sekali bila ada pelangi, Ia tidak pernah jadi bagian dari kenangan kita. Memandangi senja turun lebih sering kita lakukan daripada menemukan pelangi. Apa mungkin karena di Jakarta tidak lagi kebagian jadwal hadir pelangi?</p>
<p><span class="class"><img class="photo_img img" alt="" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/s720x720/404659_2964819802696_1327669288_3292173_353233967_n.jpg" width="500" height="312" /><span class="caption"></span></span></p>
<blockquote><p><strong><em>Dulu sekali aku pernah menggemari pelangi. Denganmu tidak lagi.</em></strong></p>
</blockquote>
<p>Di sebuah laboratorium fisika – kembali ke masa kecil dulu – ada alat untuk menghasilkan pelangi terfokus kemana dengan warna apa. Ya, gradasi pelangi bisa dikurangi menjadi hanya beberapa. Entah apa dan bagaimana dulu itu. Yang jelas dalam kenanganku tidak ada pelangi. Setidaknya denganmu.</p>
<p>Kehidupan kita yang seperti pelangi. Indah sebentar, dan tak tahu kapan akan ada lagi keindahan seperti itu. Tapi pada saat ia mengada. Aku bisa menikmatinya. Mestinya pelangi kita kreasi saja. Sehingga kehidupan kita pun bisa indah setiap saatnya. Sayangnya pendewasaan ‘membuat pelangi’ baru setelah lama aku alami.</p>
<p>Bersamamu mungkin lebih bermakna matahari. Pagi muncul, siang menyengat, sore meredup, senja terbenam, malam tiada. Pagi aku selalu bisa menyambutmu dengan kegembiraan – baik itu dari persediaanku sendiri atau yang kau bawakan dalam besek-besek penuh cinta. Siang selalu – hampir selalu – ada saja yang kita masalahkan. Sejak hubungan kita tidak bertemu restu, sampai restunya ada tapi hubungannya yang tidak ada. Sore adalah waktu bermanja. Dan saat senja kaupun kembali ke tiada.</p>
<p>Pelangi? Aku tidak tahu. Tapi matahari, tampaknya mirip perjalanan kita.</p>
<h2>GERHANA</h2>
<blockquote><p><strong><em>Gerhana bukan bagian dari benda-benda semesta, ia cuma kejadian. Kalau bulan dan matahari tidak menuai janji bersama, gerhana tak kan terjadi.</em></strong></p>
</blockquote>
<p><span class="class"><img class="photo_img img" alt="" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/381650_2964827802896_1327669288_3292175_334757745_n.jpg" width="500" height="334" /><span class="caption"></span></span></p>
<p>Kejadian tidak menyenangkan seharusnya memang sesingkat gerhana. Matahari terhenti menyinari bumi, dan hanya memberikan perhatiannya pada rembulan yang datang sekali-sekali. Begitu juga dirimu. Saat kita mulai sering bertengkar itulah yang terjadi. Kau sudah punya sesiapa untuk bersinar di malam-malam, dengan sinar yang justru berasal darimu. Sesekali kau akan sama sekali tidak terlihat. Itulah kejadian kita.</p>
<p>Denganmu aku rutin mendapat gerhana. Selalu saja ada alasan dimana kau bisa menikmati sinar bulan. Dan itu tanpa aku disampingmu. Gerhana begitu banyak mewarnai perjalanan kita. Aku yang bodoh tidak melihatnya.</p>
<p>Malam itu paling celaka. Entah kenapa aku seposesif itu dulu. Aku yang sekarang tidak lagi. Tapi maaf memang bukan kau yang ada di sini. Aku rela menguntitmu kemana kau pergi. Sepanjang jalan-jalan ibukota. Sepi. Sendiri. Dan berujung penyesalan mengetahui keberadaanmu dimana &#8211; bersama dia. Malam itu kita berpisah. Dan kurasa yang terluka bukan cuma kita. Seseorang yang tak berani lagi hadir dengan jumawa sudah menyimpan guratan yang sama.</p>
<p>Gerhana dan kemunculannya yang berkali-kali adalah penyebab perpisahan kita. Itu hanya kejadian. Tapi aku menyesal tidak berada jauh semenjak gerhana pertama kali. Sekarang toh tidak ada gunanya lagi. Selamat berjalan beriringan, Mentari dan Rembulan.</p>
<h2>MERINDUMU</h2>
<p>Berpisah dengan orang yang sudah senapas selama sewindu ternyata bukan hal yang mudah .. Bayangan kemesraan yang sudah dilewati bersama bukanlah hal yang begitu saja dapat digantikan dengan bayangan lain yang lebih kabur hadirnya dibandingkan sisa bayanganmu sekalipun.</p>
<p><span class="class"><img class="photo_img img" alt="" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/409006_2964838723169_1327669288_3292178_1033497651_n.jpg" /><span class="caption"></span></span></p>
<p>Sejak Resepsi Hari Minggu, rasanya sudah tidak ada lagi kesempatan yang memungkinkan kita bertemu. Kau sudah jadi miliknya. Kata yang sama-sama dulu kita sepakati tidak ada. <strong>Milik</strong>. Mungkin itu sebabnya kau tidak pernah jadi milikku. Katamu biarlah semuanya berjalan apa adanya. Kita tidak saling memiliki dulu. Dan nanti waktu yang membuktikan aku jadi milikmu. Tidak begitu kenyataannya. Kita sempat saling memiliki tapi semu. Dan gerhana demi gerhana menjauhkanku darimu. Dan makin menjadi miliknya.</p>
<p>Berminggu-minggu sejak peristiwa Gerhana terakhir itu, kita masih sering terseret cumbu mesra terlarang yang tak sanggup kita berdua kendalikan. Kau diam saja ketika aku memintamu. Bahkan ketika mengantarkan satu undangan perkawinanmu kepadaku kita masih sempat lupa diri. Bagaimana mungkin bayangmu pergi sementara dirimu hadir didepan diri ini.</p>
<p>Mungkin itulah sebabnya sekarang aku dipasung rindu. Setiap denyutnya bagai sembilu di dadaku. Berapa kali kurelakan diriku tidur dengan meminum beberapa butir obat-obatan. Tak ada hasilnya. Sesaat menghilang dan kemudian timbul lagi. Beberapa teman berusaha menghiburku. Mengajakku berkelana. Mengajakku ke keramaian. Tapi sepi yang kutemui di sana makin menggigitku. Aku terpuruk karena rindu.</p>
<p>Sampai cahaya itu datang dengan sendirinya. Entah ia asalnya darimana. Bersinar tanpa diminta dan batinku tiba-tiba jernih melihat ragaku yang tampak berantakan. Akupun tertawa. Cahaya timur itu mengajariku untuk segera menatap pagi. Karena sudah banyak yang tertinggal dalam pencapaian. Pengajaran demi pengajaran. Aku tetap bebal kemudian. Tapi satu yang tak ada lagi. Dirimu. Bahkan bayangmu. Berapa kali fotomu yang masih memenuhi album hidupku terlihat. Tapi sudah tidak sama. Maaf, kau sudah tidak ada.</p>
<h2>T A M A T</h2>
</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dragus.cn/cerita/tiga-matahari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Ibu !</title>
		<link>http://dragus.cn/personal/selamat-hari-ibu/</link>
		<comments>http://dragus.cn/personal/selamat-hari-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 22:49:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>draguscn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Ibu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://draguscn.wordpress.com/2011/12/22/selamat-hari-ibu/</guid>
		<description><![CDATA[<p><img width="300" height="179" src="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2011/12/video-300x179.jpg" class="attachment-medium wp-post-image" alt="video" title="video" /></p>Lucu yach .. Selamat Hari Ibu, Ibu-Ibu Indonesia ! &#160;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img width="300" height="179" src="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2011/12/video-300x179.jpg" class="attachment-medium wp-post-image" alt="video" title="video" /></p><div id="scid:5737277B-5D6D-4f48-ABFC-DD9C333F4C5D:3a336d54-5e24-437a-b73c-b1f839d0b6a0" class="wlWriterEditableSmartContent" style="display: inline; float: none; margin: 0; padding: 0;">
<div><span style="font-size: 0.8em;">Lucu yach .. Selamat Hari Ibu, Ibu-Ibu Indonesia !</span></div>
</div>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dragus.cn/personal/selamat-hari-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Emang enak dicuekin?</title>
		<link>http://dragus.cn/religi/emang-enak-dicuekin/</link>
		<comments>http://dragus.cn/religi/emang-enak-dicuekin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2011 21:02:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>draguscn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Do'a]]></category>
		<category><![CDATA[Makna]]></category>
		<category><![CDATA[Shalat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dragus.cn/?p=6341</guid>
		<description><![CDATA[<p><img width="227" height="300" src="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2012/01/Deti-Gurnita1-227x300.jpg" class="attachment-medium wp-post-image" alt="Deti-Gurnita1.jpg" title="Deti-Gurnita1.jpg" /></p>Berapa hari ini terutama kemaren .. rasanya butek, getaran yang biasanya dirasa pada saat berhadapan beneran terasa hilang dari tiap waktu. Saban kali memulai bertemu biasanya dengan berbicara &#8220;aku ingin bertemu .. mudahkan ya .. jangan mempersulit deh .. aku rindu&#8221; dan biasanya dengan embel-embel menyebut-nyebut nama plus gelar-gelar .. tahu-tahu timbul rasa anu-anu .. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img width="227" height="300" src="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2012/01/Deti-Gurnita1-227x300.jpg" class="attachment-medium wp-post-image" alt="Deti-Gurnita1.jpg" title="Deti-Gurnita1.jpg" /></p><p><a href="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2012/01/Deti-Gurnita1.jpg"><img style="background-image: none; margin: 0px 10px 5px 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: left; padding-top: 0px; border-width: 0px;" title="Deti Gurnita(1)" src="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2012/01/Deti-Gurnita1_thumb.jpg" alt="Deti Gurnita(1)" width="184" height="242" align="left" border="0" /></a>Berapa hari ini terutama kemaren .. rasanya butek, getaran yang biasanya dirasa pada saat berhadapan beneran terasa hilang dari tiap waktu. Saban kali memulai bertemu biasanya dengan berbicara &#8220;aku ingin bertemu .. mudahkan ya .. jangan mempersulit deh .. aku rindu&#8221; dan biasanya dengan embel-embel menyebut-nyebut nama plus gelar-gelar .. tahu-tahu timbul rasa anu-anu ..</p>
<p>Kira-kira gitulah kalau diungkapkan dengan bahasa gawul .. tapi seperti yang sering dibilang sama sahabat saya, ini tetap tentang shalat.</p>
<p>Testimoni dulu.. Seringkali dalam setiap shalat saya merasa ada getaran yang membuat haru, bisa menjadikan menangis, dan kadang-kadang mencerahkan beberapa persoalan, menimbulkan ide-ide baru .. seperti ide postingan ini juga karena mampet, dibawa shalat .. tahu-tahu ada saja ide ingin menuliskan disini .. sebagai media berbagi .. insyaAllah dijauhkan dari riyya. Naudzubillah.</p>
<p>Seringkali dalam shalat momen-momen bergetar itu adalah pada saat ini :</p>
<ul>
<li>Doa Iftitah. Pada saat membaca &#8220;wajjahtu wajhiya ..&#8221; dan &#8220;wamahyaaya wamamaatii ..&#8221;</li>
<li>Alfatihah .. hampir semua ayat .. lain-lain penekanan .. kadang kalau lagi takutnya yang terasa Rajanya Hari Pembalasan terasa makin menakutkan .. dilain saat pada waktu hati berbunga-bunga pengulangan Sang Maha Kasih dan Sayang selalu bisa bikin tambah asyik masyuk .. waktu-waktu butuh bantuan .. kepadaMu saja bermohon pertolongan terasa sangat nyelekit. Lebih-lebih pada permohonan menunjuki jalan yang lurus. Mudah sekali melihat prinsip geometri disini ..</li>
<li>Surrah memang biasanya sudah dipilih karena sesuai tema ..</li>
<li>Ruku&#8217; dan sujud biasanya terasa sebagai perwujudan pertolongan untuk mengistirahatkan badan. Mudah sekali menjadi merasa nyaman pada saat melakukan Ruku&#8217; dan Sujud. Tulang-tulang berderak kembali ke tempatnya. Otot-otot diregangkan dikendurkan dan menimbulkan rasa nyaman. Namun pemujaannya juga menjadikan tempat nyaman beristirahat ini khusus.</li>
<li>Duduk Antara Dua Sujud .. ini yang biasanya menggetarkan sangat. Doa di dalamnya punya banyak dimensi sehingga memudahkan suasana apapun bisa nyantol dalam 8 kata yang diucapkan. Dan biasanya 1 kata saja sudah cukup untuk berlama-lama ..</li>
<li>Tasyahud. Disini rasanya tiap kali kita terkoneksi dengan Rasul, Orang-orang yang shalih. Dengan selalu tak kurang memuji Allah, Sang Maha Pemberi ..</li>
</ul>
<p>Disitulah biasanya tempat-tempat saya merasakan kenikmatan shalat .. menjadikan tiap shalat sebagai tempat beristirahat .. sungguh urutan waktunya pun sangat pas untuk mengistirahatkan lelah fisik.</p>
<p><span class="class"><img class="photo_img img" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/376103_2788699799806_1327669288_3216828_1062428434_n.jpg" alt="" width="521" height="294" /></span></p>
<p>Jadi terasa sangat lah tidak nyaman saat kita sedang shalat dan getaran yang biasa kita nikmati tiba-tiba tidak terasa. Berdasarkan pengetahuan yang ada pada saya, tentu saja bentuk ketertutupan (kufur) ini juga disebabkan Allah, Yang Maha Membolak-balik Hati. Allah memberi rasa. Allah juga mencabut rasa. Allah memberikan kita kemampuan berbuat keburukan sebagaimana kebaikan. Fujuurahaa wa taqwahaa. Jadi tentunya inipun merupakan bentuk ujian.</p>
<p>Pikirkan begini. Kalau kita sudah merasa bergetar dengan sebentuk pemikiran dalam Sujud misalnya. Apakah kira-kira Allah akan terus memberikan tempat itu saja sebagai tempat pertemuanNya dengan hamba? Ataukah mungkin Dia akan menguji kita dengan memberikan tempat lain yang belum kita explore tapi sebatas kemampuan kita? Bukankah dalam tiap ujian juga berlaku &#8220;laayukalifullahu nafsan illa wus&#8217;aha&#8221; ? Seorang guru misalnya kagum dengan cara murid menggambar kupu-kupu .. dan beberapa kali memberikan pujian .. tapi sudah sepuluh kali murid ini menggambar kupu-kupu yang sama. Guru yang bijak akan bilang &#8220;tambahkan bunga, nak, .. tentu akan lebih indah&#8221; lain kali &#8220;tambahkan lagi latar gunung..&#8221; ; &#8220;pakai gradasi !&#8221; dst dst .. yang kepikiran dalam menggambar aja udah bisa cukup bikin variasi .. apatah lagi berbagai hal dalam kehidupan yang bisa diaplikasikan dalam memaknainya di dalam shalat. Sungguh Allah Al Wasie&#8217; &#8211; Maha Luas.</p>
<p>Jadi kalau kita tahu &#8220;dicuekin&#8221; &#8211; rasa tertutup &#8211; itupun merupakan anugerah dari Allah, dan kita tahu ujian rasa seperti itu pasti bisa dipecahkan oleh sang teruji, bagaimana cara menyikapinya yang lebih utama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>APLIKASI</h2>
<p>Pada saat rasa tertutup itu datang, pertanyakan kepada diri apakah ada dosa yang baru saja diperbuat. Dan bersegeralah lakukan pertaubatan. Barengi dengan melakukan amal ibadah. Kebaikan. Kita tahu bahwa di tiap kita melakukan dosa selalu ada titik-titik hitam yang ditambahkan kepada hati kita .. yang mempersulit cahaya hidayah masuk ke dalam hati .. Mutlak segera mengingat kemungkinan kita berbuat keliru. Lebih jauh Allah adalah pencemburu sangat. Apakah kita lebih mengutamakan sesuatu sehingga menjadikan ia lebih dipertuhankan dibandingkan dengan Allah. Apakah kita shalat di saat panggilan sudah diperdengarkan atau kita banyak punya excuse untuk lebih mengutamakan pekerjaan? dan masih banyak pertanyaan yang solusinya berupa pertaubatan.</p>
<p>Banyak-banyaklah menyebut-nyebut namanya .. Allah memperkenalkan dirinya dengan sebutan ALLAH dan ARRAHMAAN atau nama-nama lain yang baik-baik (asma&#8217;ul husna). Pada saat kita diminta menyebutkan namanya kenapa bibir kita kelu? Bukankah ini metode paling gampang. Sekaligus tes kedekatan. Bukankah kalau sudah demikian dekat setiap disebut nama akan bergetar hatinya. Sudah begitukah kita? Setiap disebut Allah bergetar hatinya. Atau biasa saja? Menyebut-nyebut nama Allah (dzikr) adalah metode yang memang dari dulu dikenal handal dalam menimbulkan getar. Meski kita kadang-kadang melihat orang harus bergoyang-goyang sampai seperti mau rubuh pada saat melafalkan ALLAH, HUWA, HU .. mungkin juga karena getarnya sudah sedemikian kuat. Sebab dan akibat memang sulit dilihat bila sudah larut dalam Uns.</p>
<p>Dzikr juga tidak hanya diartikan sebagai membaca, mengucapkan, tetapi juga lebih pada proses mengingat. Sejatinya mengingat tentu saja setelah ada pertemuan. Dan memang kita dipertemukan pada saat akan diberikan tupoksi jadi kalifah di muka bumi ini. Kita diminta pengakuan. Alastu birabbikum? dan kita sudah sama-sama mengaku &#8220;Bala, syahidna&#8221; &#8211; Benar ya Allah, aku mengakui (Engkaulah Tuhan kami). Nah dzikr adalah proses mengingat pertemuan itu. karena itu adalah momen yang sangat sakral dimana tiada lagi keraguan tauhid. Kita sudah mengakui. Sayangnya kita ini memang pelupa. Kita lewati sebabnya, kita langsung pada metode mengingat yang diajarkan.</p>
<blockquote><p>Fadzkurullaha kadzikrikum abaa akum au asyadda dzikra</p>
<p>“Maka sadar penuhlah (dzikr) kepada Allah, sebagaimana engkau sadar penuh kepada bapakmu, bahkan lebih jauh lagi sadar penuh itu” (2:200)</p></blockquote>
<p>Ini saya tulis beberapa waktu yang lalu ..</p>
<blockquote><p>Kita diminta untuk lebih jauh dari sadar penuh (dzikr) kepada orangtua seperti contohnya rasa pengampunan dari orangtua tadi. Upayakan saja dulu rasa sadar penuh akan pengampunan ini. Nanti pada saatnya kita mencoba, biarkan Allah membuktikan janjiNya, Allah akan mendekat kepada kita sehasta bila kita bergerak sejengkal, Allah akan berlari walaupun kita baru berjalan. Biarkan Allah yang akan melimpahi kita dengan pengampunanNya.</p></blockquote>
<p>Selanjutnya lebih lengkap disini : <a onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &quot;rAQH0BqnT&quot;, event, bagof(null));" href="http://dragus.cn/2010/09/14/belajar-dengan-rasa-primitif/" rel="nofollow" target="_blank">Belajar dengan Rasa Primitif</a>. Baik itu metode Qur&#8217;ani yang diberikan Allah kepada kita. Dan cukup aplikatif. Bisa kita gunakan untuk menghindarkan dan mengobati ketertutupan (kufur/covered).</p>
<p>Taubat, Dzikr. Yang berikutnya adalah <strong>keyakinan bahwa pertolongan Allah begitu dekat.</strong></p>
<blockquote><p>Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu?. Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah rasul dan orang-orang yang beriman: &#8220;Bilakah datangnya pertolongan Allah?&#8221;. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat (QS 2:214).</p></blockquote>
<p>Kenapa disebutkan amat dekat? Karena seringkali segala sesuatu yang bentuknya kesedihan, malapetaka dan lain-lain musibah yang menimpa justru adalah pertolongan itu sendiri. Dalam merasakan ketertutupan misalnya bukan tidak mungkin rasa &#8220;dicuekin&#8221; itu adalah pertolongan itu sendiri. Seandainya Allah tidak merindukan kita dengan cara seperti itu apakah kita mau belajar untuk kembali mencari jalan yang lebih baharu atau kita akan terus larut dalam kemunkaran dan makin terpuruk menjauh. Tetap berupa pilihan. Bahkan pada saat ujian itu sendiri datang tetap kita dihadapkan dalam pilihan-pilihan yang ada konsekwensi-konsekwensinya.</p>
<p>Di bagian ini saya sulit berpanjang lebar .. karena menyangkut keyakinan, kita juga harus berkaca pada pengalaman-pengalaman yang kita miliki pada saat menemui masalah. Bagaimana kita menghadapinya. Apa hikmah yang kita ambil didalamnya dan menjadikan kita makin yakin bahwa pertolongan Allah sudah datang beserta paket ujian yang kita hadapi. Curang ya Allah, ngasih ujian beserta dengan kebetan. Hehehe itulah cara bermainnya Sang Maha Pemurah. Bukan cuma pengawasnya pura-pura ngga lihat, boleh open book, bab-nya ada dimana seringkali sudah diberikan jauh-jauh hari sebelum ujian diterima.</p>
<p>Nah kita sampai pada tahap yang paling mudah, <strong>memperhatikan tanda-tanda kebesaran Allah dan bersyukur. </strong>Kenapa saya bilang sangat mudah karena ini biasanya yang kita lakukan. Bila saat kita suntuk (boleh dikaji sebagai <em>covered</em>), seringkali pemecahan masalahnya kan JALAN-JALAN .. ini sebenarnya baik selama dalam koridor melihat tanda-tanda kebesaran Allah, semacam melihat alam semesta, begitu banyak keindahan yang bisa kita lihat di bumi Allah ini dan begitu mudahnya kita bisa mengagumi tidak hanya sampai pada ciptaan saja tapi terus mengajarkan kepada otak kita yang bebal dan hati kita yang gundah, bahwa ada Pencipta dari segala keindahan ini. Dan bila itu dibarengi dengan rasa syukur akan berakibat penambahan terhadap pengertian keindahan tadi. InsyaAllah berupa kedekatan yang hilang karena tertutup tadi.</p>
<p>Kita ringkas :</p>
<p>Pada saat hati merasa gundah, gelisah, tertutup ..</p>
<ul>
<li>Yakini bahwa itu adalah cobaan. Allah merasa rindu hambanya kembali mendekat. Dalam banyak testimoni disebutkan bahwa khusyuk bisa didapat pada saat kita dirundung masalah. Ini adalah dasarnya.</li>
<li>Lakukan pertaubatan. Sadari dosa yang nyata. Hindarkan pengagungan segala sesuatu kecuali Allah.</li>
<li>Lakukan dzikr. Baik yang nyata dengan mulut maupun yang sirr dengan mengolah kalbu (hati).</li>
<li>Yakini pertolongan Allah sangat dekat. Tengok kembali pengalaman yang bisa jadi pembelajaran.</li>
<li>Perhatikan kebesaran Allah dan bersyukurlah. Niscaya akan terjadi akselerasi kedekatan.</li>
<li>Last but not least. Bertakwalah. Kerjakan apa yang diperintahkan. Jauhi apa yang dilarang.</li>
</ul>
<p>Nah demikian saja yang bisa saya tulis. Lamaaaaaa sekali sudah keinginan untuk sharing masalah ini, tapi baru mewujud berbentuk tulisan mungkin juga Allah yang menentukan waktu tepatnya .. hayoo yang dah pada mumpuni .. mari berbagi .. metode bisa sangat beragam. Wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>Krejengan, 29 Nopember 2011</p>
<p>[draguscn]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dragus.cn/religi/emang-enak-dicuekin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kalau sudah begini &#8230;</title>
		<link>http://dragus.cn/cerita/kalau-sudah-begini/</link>
		<comments>http://dragus.cn/cerita/kalau-sudah-begini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 20:07:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>draguscn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dragus.cn/?p=6332</guid>
		<description><![CDATA[Kalau sudah begini, aku jadi ingin mendekapmu lebih erat, menikmati dinginnya angin di lereng ini. Dan bercerita kepadamu tentang hidup yang aku tahu. Dan menikmati saat-saat dimana kita bisa begitu dekat. Membuka tirai-tirai masa-masa yang sudah lewat. Darinya kita bisa berkaca. Membentangkan cermin yang memantulkan siapa kita. Mengaca pada kehebatan-kehebatan masa lampau. Biasanya kita akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2012/01/Deti-Gurnita2.jpg"><img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px 13px 0px 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: left; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="Deti Gurnita(2)" border="0" alt="Deti Gurnita(2)" align="left" src="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2012/01/Deti-Gurnita2_thumb.jpg" width="328" height="254" /></a>Kalau sudah begini, aku jadi ingin mendekapmu lebih erat, menikmati dinginnya angin di lereng ini. Dan bercerita kepadamu tentang hidup yang aku tahu. Dan menikmati saat-saat dimana kita bisa begitu dekat. Membuka tirai-tirai masa-masa yang sudah lewat. Darinya kita bisa berkaca. Membentangkan cermin yang memantulkan siapa kita. Mengaca pada kehebatan-kehebatan masa lampau. Biasanya kita akan bersandar di dipan dekat pintu ke balkon yang banyak angin itu. Membiarkan pintunya terbuka sedikit, dan hembusan angin itupun membawa kita kepada kesejukan yang acap menggigit.</p>
<p>Kalau sudah begini, aku juga ingin menceritakan hari-hari yang sedang kulalui. Apa saja yang sudah kucapai dalam hidup dan kenapa aku menjalaninya. Lantas aku harus menjawab pertanyaan-pertanyaanmu tentang kenapa kita harus terpisah ribuan kilometer dan bertemu sesekali seperti ini. Dan kita harus mengulang lagi dari awal kenapa dulu kita begini. Aku akan segera berpikir keras untuk membuatmu tertawa. Agar kita segera melupakan kenapa jarak selalu bisa membuatmu menangis. Mungkin juga bukan karena jaraknya. Entahlah ..</p>
<p>Kalau sudah begini, aku akan memelukmu lebih erat, mendengarkan kau bercerita tentang pengalamanmu di tempat kerja, caramu yang mencereweti rekan kerjamu dan menenangkanmu dari amarahmu pada orang-orang yang biasa mengesalkan harimu. Menyandarkan kepalamu di dadaku, dan membelai rambut yang terurai menyelimuti kita. Dan seringkali sedikit angin yang berhembus akan menyibak rambutmu dan akupun menatanya kembali. Sambil menatap ke dalam beningnya matamu, aku akan ganti bercerita tentang bagaimana aku harus bersama-sama suku yang masih tertinggal. Dan bertemu dengan orang-orang yang sama sekali baru, bahkan bahasa yang digunakannya. Matamu acap membelalak dan segera banyak pertanyaanpun meluncur dari bibirmu yang menggairahkan itu. </p>
<p>Kalau sudah begini, aku sering menghabiskan ceritaku di bibirmu. Dan melupakan sejenak dimana kita berada. Berdekatan denganmu memang selalu membawa getar itu. Dan bersamamu aku pasti ingin menumpahkan rinduku, seperti biasanya cara yang kita kenal. Hanya saja karenanya, kita tidak bisa menuntaskan cerita-cerita. Dan bila sudah saja kitapun akan terlena. Kita akan terbuai angin yang membelai lembut kulitmu dan segera akan mengusikku untuk menutupkan selimut dari ujung kakimu. Dan kitapun menuntaskan malam itu. Tapi aku tidak akan segera tertidur.&#160; </p>
<p>Kalau sudah begini, aku justru akan menghabiskan malam dengan memandangi wajahmu. Terkadang mendaratkan bibirku ke dahimu. Mengawalmu sekuatku, memandangi dengkur halusmu, dan kadang aku tak tahan untuk tidak menitikkan airmata mensyukuri betapa beruntungnya aku memilikimu. Selamat malam, sayang. Selamat tidur. </p>
<p>[Murnajati, Lawang .. ]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dragus.cn/cerita/kalau-sudah-begini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yts. Adinda ..</title>
		<link>http://dragus.cn/religi/yts-adinda/</link>
		<comments>http://dragus.cn/religi/yts-adinda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Sep 2011 04:05:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>draguscn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Surat Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dragus.cn/?p=5293</guid>
		<description><![CDATA[<p><img width="300" height="199" src="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2011/08/adinda-300x199.jpg" class="attachment-medium wp-post-image" alt="adinda" title="adinda" /></p>Hari ini kanda terbangun pagi sekali.. Dan terkenang keakraban sesaat yang harus berakhir lebih dari dua minggu yang lalu .. Tak terasa sebulir air mata menetes di pipi ini .. tapi percayalah ada senyum bahagia juga disini .. Terimakasih untuk malam-malam yang penuh gairah memabukkan .. Sulit lagi mencari kesempatan seindah itu .. Ingatkah Dinda, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img width="300" height="199" src="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2011/08/adinda-300x199.jpg" class="attachment-medium wp-post-image" alt="adinda" title="adinda" /></p><p><a href="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2011/08/adinda.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5294" title="adinda" src="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2011/08/adinda.jpg" alt="" width="604" height="402" /></a></p>
<p>Hari ini kanda terbangun pagi sekali..<br />
Dan terkenang keakraban sesaat yang harus berakhir lebih dari dua minggu yang lalu ..<br />
Tak terasa sebulir air mata menetes di pipi ini .. tapi percayalah ada senyum bahagia juga disini ..</p>
<p>Terimakasih untuk malam-malam yang penuh gairah memabukkan ..<br />
Sulit lagi mencari kesempatan seindah itu ..<br />
Ingatkah Dinda, saat kita berbincang-bincang dari <a title="CMIIW .." href="http://dragus.cn/renungan/cmiiw/">hati ke hati</a> .. aiih betapa memalukan bila Kanda salah tentang itu ..<br />
Tapi Kanda tak bisa memungkiri betapa indahnya saat itu ..<br />
Setiap detik dipenuhi bara <a title="Syauq" href="http://dragus.cn/puisi/syauq/">kerinduan </a>dan yang tersisa hanya keinginan <a title="Uns" href="http://dragus.cn/puisi/uns/">menyatu</a></p>
<p>Dan siang pada saat kita bersama, jauh dari makhluk-makhluk jelek itu ..<br />
Meski ngga lama setelah Dinda pulang, <a title="Tamu Pertama" href="http://dragus.cn/renungan/tamu-pertama/">mereka buru-buru datang</a> ..<br />
Tapi insyaAllah, Kanda ngga akan tertipu lagi sama mereka .. huh !<br />
Yang waktu itu datang bawa-bawa cewek pake baju merah .. sok akrab .. sungguh menyebalkan ..</p>
<p>Oya .. Kanda lupa bilang terimakasih untuk mawar yang kau kirimkan dinihari itu ..<br />
Kasian <a title="Bertamu sebentar .." href="http://dragus.cn/renungan/bertamu-sebentar/">bapak yang ngantar sepertinya</a> sudah tua sekali ..<br />
Tapi beliau tampak sehat, walaupun sepuh nekat saja pake sepeda ontel kemana-mana ..</p>
<p>Sejak <a title="Hujan di Malam Pertama .." href="http://dragus.cn/renungan/hujan-di-malam-pertama/">malam pertama</a> Kanda menemuimu sudah terasa betapa Kanda mencintaimu .. Kanda tahu cinta kepadamu terlarang .. Hati Kanda sebenarnya sudah bukan milik Kanda lagi .. dan pemilik hati Kanda sekarang adalah pencemburu sangat ..<br />
tapi tak bisa Kanda pungkiri kehadiran Dinda begitu membuat Kanda terkadang lupa diri ..</p>
<p>Kanda masih sangat mengharap kehadiran Dinda berikutnya .. semoga kehadiran Dinda di <a title="Senja Derawan" href="http://dragus.cn/renungan/senja-derawan/">senja kehidupan Kanda</a> akan kembali membangkitkan gairah cinta di dada ini ..</p>
<p>Sampai saat itu, sayangku<br />
Dari <a title="Kelompok Orang-Orang Egois" href="http://dragus.cn/renungan/kelompok-orang-orang-egois-2/">seorang yang sangat egois</a> ..<br />
Cintamu,</p>
<p>draguscn</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dragus.cn/religi/yts-adinda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kau tahu kan ?</title>
		<link>http://dragus.cn/cerita/kau-tahu-kan/</link>
		<comments>http://dragus.cn/cerita/kau-tahu-kan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Sep 2011 20:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>draguscn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dragus.cn/?p=6336</guid>
		<description><![CDATA[Kau tahu aku sangat sayang kepadamu .. apakah rasa sayangku begitu menakutkanmu? Aku bukan beruang grizzly yang akan mengamuk bila tidak bertemu makanan. Lihat aku sebagai Pooh yang suka dengan madu yang manis. Aku akan diam di pojokan, mencicipi sedikit harimu, dan senang melihatmu bersinar begitu indahnya. Dan akan ikut murung, termangu bila kau kehilangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2012/01/Pooh.jpg"><img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px 0px 0px 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: right; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="Pooh" border="0" alt="Pooh" align="right" src="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2012/01/Pooh_thumb.jpg" width="218" height="190" /></a>Kau tahu aku sangat sayang kepadamu .. apakah rasa sayangku begitu menakutkanmu? Aku bukan beruang grizzly yang akan mengamuk bila tidak bertemu makanan. Lihat aku sebagai Pooh yang suka dengan madu yang manis. Aku akan diam di pojokan, mencicipi sedikit harimu, dan senang melihatmu bersinar begitu indahnya. Dan akan ikut murung, termangu bila kau kehilangan arah. Tapi jangan takuti rasa sayangku. Itu gratis. Aku tidak meminta retribusi darimu. Ia tidak memerlukan pajak pelayanan dan cukuplah baginya mewarnai sedikit harimu. Sulitkah itu?    <br />Kau tahu aku akan selalu menggandeng hatimu. Meski sekarang kau merasa gamang, aku akan tetap mengulurkan hatiku sampai kau tahu disana aman. Tempat kau berteduh saat gerimis. Bermain di pagi hari yang terang. Berselimut nyaman pada saat malam. Janji? Bukan, aku juga tidak tahu apakah suatu saat hatiku akan gundah dan justru meminta berteduh, bermain dan selimut malah kepadamu. Maukah kau sedekat itu kepadaku?    <br />&#160; <br />Kau tahu kalau kau dekat aku, seluruhku bergetar menyambutmu. Melupakanku akan duniaku, hanya satu keinginan dan itu adalah bersamamu selalu. Penuh getar kerinduan. Kecintaan. Nafsu? Mungkin. Terkadang memang ada sebagian dari diriku yang secara otonom memasrahkan pada gairah yang memuncak hanya untuk memilikimu. Apakah ini mengekangmu? Tapi kalau aku tidak punya hasrat kepadamu bukankah itu tidak lebih dari sahabat yang memperhatikanmu. Aku ngga ingin jadi sekedar sahabat kok. Dan memang aku punya itu. Salah? Tergantung. Menakutkan? Apa aku kelihatan seperti akan menerkammu? Kalau kau memang merasa seperti itu, maafkan aku, terus terang memang kadang-kadang itu yang kurasakan. Tapi aku kan cukup sopan untuk tidak melakukan. Ada ratusan cara menyatakannya bahkan tanpa harus menyentuhmu.    <br />&#160; <br />Kau tahu aku begitu memperhatikanmu .. setiap detil yang bisa kutahu ingin kubahas bersamamu. Apakah aku terlalu memaksamu? Apakah kau benar-benar terpagari? Aku akan diam kalau kau tidak ingin bercerita. Dan kita duduk-duduk saja di atas papan-papan jembatan. Memandang ke arah Laut Jawa. Tapi jangan kau hentikan aku untuk memperhatikanmu. Toh aku ngga akan minta kau mengkavling pinggir laut ini. Aku cuma berdiri di tempat ku. Memangnya perhatianku bisa menusukmu dari sini? Terasa perihkah diperhatikan? Sulit sekalikah menerima perhatian .. Dan kalaupun kau buat batas-batas wilayah, kau tetap tidak bisa menghalangi perhatianku padamu. Nekat ? Bukan, ini komitmen. Kau akan banyak belajar kelak.     <br />&#160; <br />Paket lengkap kan? Gairah, Kedekatan dan Komitmen? Dan masih ada bonus lagi ditengah-tengahnya .. Rindu, Mencinta, Bertemu, Cemburu, Kehilangan, dan semua maqom rasa yang akan bermunculan untuk mendewasakanmu. Apa lantas semuanya akan beres? Entahlah, aku tidak pernah punya pikiran yang diberat-beratkan. Kalau kurasa aku mencintaimu ya kubilang gamblang aku mencintaimu. Dan kayaknya itu kau tahu sudah berulang-ulang. Terus kenapa harus kujelaskan? Karena aku ingin kau tahu dimensinya. Bukan hanya satu kata. Apa dengan begitu akan membuatmu mencintaiku? .. itupun entahlah, aku tidak menjabarkannya untuk itu&#160; ..     <br />Kau tahu kan ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dragus.cn/cerita/kau-tahu-kan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelompok Orang-Orang Egois</title>
		<link>http://dragus.cn/personal/kelompok-orang-orang-egois-2/</link>
		<comments>http://dragus.cn/personal/kelompok-orang-orang-egois-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Aug 2011 05:34:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>draguscn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dragus.cn/?p=5312</guid>
		<description><![CDATA[<p><img width="161" height="167" src="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2011/08/egois.png" class="attachment-medium wp-post-image" alt="egois" title="egois" /></p>&#160; &#8220;Assalamu&#8217;alaikum .. bapak-bapak .. saya rasa kita perlu mengukuhkan kelompok ini untuk bisa bekerja sama lebih baik dalam kehidupan ini dan mungkin untuk tujuan kehidupan di masa datang. Untuk itu saya rasa kita perlu saling mengenal lebih jauh, mohon tidak usah menyebut nama, saya rasa kita setuju nama kita sama&#8221; Hadirin yg terdiri 5 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img width="161" height="167" src="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2011/08/egois.png" class="attachment-medium wp-post-image" alt="egois" title="egois" /></p><p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-5317 aligncenter" title="selfish" src="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2011/08/selfish.jpg" alt="" width="409" height="294" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Assalamu&#8217;alaikum .. bapak-bapak .. saya rasa kita perlu mengukuhkan kelompok ini untuk bisa bekerja sama lebih baik dalam kehidupan ini dan mungkin untuk tujuan kehidupan di masa datang. Untuk itu saya rasa kita perlu saling mengenal lebih jauh, mohon tidak usah menyebut nama, saya rasa kita setuju nama kita sama&#8221; Hadirin yg terdiri 5 orang itu tertawa mendengar pengantar dari moderator.</p>
<p>&#8220;Baik, silahkan Pak giliran anda terlebih dahulu&#8221; sambil memberikan kesempatan kepada bapak yang berbaju coklat.</p>
<p>&#8220;Terimakasih, bapak moderator ..&#8221; Pria ini membalik-balik buku catatan, dan nampaknya memang mempersiapkan untuk memberikan sambutan, seperti biasanya seorang pejabat yg masih belum pengalaman &#8220;Bapak-bapak sekalian, saya adalah seorang pejabat pemerintah, saya bekerja di puskesmas, saya pemimpin institusi tersebut.&#8221; Dia kemudian memberikan gambaran tentang unit kerjanya, yg kurang lebih punya 50 lebih staf, punya kantor yang cukup besar dan bertanggungjawab terhadap kesehatan di lingkungan kecamatan itu. &#8220;Saya sangat ingin suatu saat unit yang saya pimpin ini bisa berjalan dengan baik pada saat saya harus pindah dari sini&#8221;</p>
<p>&#8220;Apakah ada masalah dengan Unit Kerja anda, pak?&#8221; moderator menyela ..</p>
<p>&#8220;Yaaah masalah selalu ada, bukan? .. Bagaimanapun 50 orang sudah mulai cukup banyak untuk saya pikirkan .. ada saja dari mereka yg indisipliner, kurang semangat kerja, kadang permasalahan uang atau hutang yang paling sering menonjol&#8221; dia menjelaskan &#8220;dan tak kurang kami juga harus berhadapan dengan permasalahan-permasalahan kesehatan sesungguhnya ..&#8221; Dia kemudian menerangkan bahwa Penyakit Menular, Gizi Buruk, Kesehatan Ibu, dan beberapa hal lain yang mengganggu pikirannya sebagai seorang kepala puskesmas.</p>
<p>&#8220;Apakah bapak punya target untuk menyelesaikan masalah2 tersebut?&#8221; kali ini Pria berbatik disebelah kanan yang bertanya ..</p>
<p>&#8220;Tentu saja. Target saya, sebagai institusi .. Puskesmas ini harus menjadi unit yang bisa dicontoh oleh puskesmas lain. Tentu saja membawa kami harus baik secara lembaga &#8211; dengan mempunyai etos kerja yang baik dan selalu menjaga semangat memperbaharui diri &#8211; juga dalam hal teknis kesehatan, puskesmas harus mampu menjawab tantangan masalah yang ada, mampu menyelesaikan &#8211; paling sedikit memberikan perubahan pada setiap masalah yang dihadapinya&#8221; Agak berapi-api bapak tersebut menyahut ..</p>
<p>&#8220;Oh bukan-bukan target puskesmas yang saya ingin tahu .. &#8221; Masih Bapak Baju Batik tadi ..</p>
<p>&#8220;Maksud anda? Ambisi saya pribadi? .. hmm .. saya mungkin sedikit berharap bisa mendapatkan tantangan yang lebih proporsional untuk tugas2 saya .. barangkali di masa datang saya bisa membagi ilmu2 saya kepada puskesmas lain, tidak harus saya berada di dinkes, tapi mungkin ada cara menularkan yang sudah banyak saya ketahui terhadap yang lain ..&#8221; Tidak terlalu jelas .. bahkan bisa dibilang ragu &#8220;.. yang jelas saya ingin bekerja tetap dekat dengan masyarakat dan keluarga .. itu mungkin yang penting untuk saya&#8221; dia menambahkan.</p>
<p>&#8220;Apakah anda sudah merasa cukup jadi pemimpin?&#8221; kali ini pria yang berbaju putih yang kelihatan dari tadi mencoret-coret notesnya ..</p>
<p>&#8220;Dalam hal memimpin puskesmas saya rasa sudah nyaris mencukupi, saya tahu pemimpin didasarkan pengaruh dan punya senjata komunikasi. Rasanya dua hal itu bisa saya usahakan.&#8221;</p>
<p>==</p>
<p>&#8220;Baiklah, kita cukupkan dulu .. silahkan, pak, giliran anda memperkenalkan diri&#8221; Memberikan kesempatan kepada lelaki yg terus termangu dari tadi .. Bapak ini juga berbaju putih .. hanya bedanya dengan bapak yang tadi, pakaiannya tidak menutup seluruh badannya.</p>
<p>&#8220;Saya ini hamba sahaya&#8221; masih tertunduk &#8220;tugas saya mengabdi kepada tuan saya, dan target saya adalah apapun yang saya kerjakan, tuan saya senang dengan itu&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya kurang mengerti! Bapak adalah budak? Apa perbudakan masih ada?&#8221; Kepala Puskesmas angkat bicara ..</p>
<p>&#8220;Bisa dibilang begitu&#8221; tandasnya .. &#8220;saya ingin menjawab pertanyaan seperti yang dilemparkan kepada anda tadi. Saya punya masalah juga.. dan saya tahu kadang ini bisa meresahkan sekali..&#8221; dia mulai bercerita.</p>
<p>&#8220;Kemampuan saya untuk melaksanakan perintah tuan saya masihlah jauh dari target saya, saya rasa mungkin saya harus malu bila disejajarkan dengan anak-anak madrasah sekalipun .. meski begitu saya mau terus belajar untuk bisa melaksanakannya&#8221; Pria itu menghela napas.</p>
<p>&#8220;Apa yang jadi kekuatan anda?&#8221; Pria berkopiah yang bertanya.</p>
<p>&#8220;Saya rasa kekuatan saya karena tuan saya sangat ramah, ia punya belas kasih yang luas. Saya berharap keramahan dan kasih sayang itu terus ada agar saya bisa mengerti, dan mampu melaksanakan dan terus memperbaiki diri dalam menjalankan kemauannya&#8221; ia seperti sangat berharap ..</p>
<p>&#8220;Apa anda merasa memiliki kelemahan?&#8221; Pria yang sama yang bertanya ..</p>
<p>&#8220;ah yaa itu selalu membayangi saya .. saya tidak mendapatkan cukup ilmu mengabdi ini pada masa sekolah saya.. ini sewaktu2 menimbulkan hambatan diberbagai skala.. terlebih2 bila anda tahu mantan teman-teman saya.. &#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dragus.cn/personal/kelompok-orang-orang-egois-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tamu Pertama</title>
		<link>http://dragus.cn/religi/tamu-pertama/</link>
		<comments>http://dragus.cn/religi/tamu-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2011 04:50:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>draguscn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[tamu pertama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dragus.cn/?p=5263</guid>
		<description><![CDATA[<p><img width="180" height="270" src="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2011/08/tamupertama.jpg" class="attachment-medium wp-post-image" alt="tamupertama" title="tamupertama" /></p>Mata kami masih basah, ketika pintu depan rumah diketuk &#8230; &#8220;Selamat pagi, pak dokter, selamat lebaran&#8221; tiga orang berbaju merah nyaris seragam berdiri di beranda rumah dan menyapa ke dalam .. &#8220;Siapa ..&#8221; istriku sambil masuk ke arah dapur bertanya.. &#8220;Sebentar .. aaah ya saya ingat siapa anda ..&#8221; meski dengan agak sungkan saya menarik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img width="180" height="270" src="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2011/08/tamupertama.jpg" class="attachment-medium wp-post-image" alt="tamupertama" title="tamupertama" /></p><p><img class="alignright" style="margin-left: 10px;" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/9024_1247396828195_1327669288_723258_5244454_a.jpg" alt="" width="180" height="270" />Mata kami masih basah, ketika pintu depan rumah diketuk &#8230;</p>
<p>&#8220;Selamat pagi, pak dokter, selamat lebaran&#8221; tiga orang berbaju merah nyaris seragam berdiri di beranda rumah dan menyapa ke dalam ..<br />
&#8220;Siapa ..&#8221; istriku sambil masuk ke arah dapur bertanya..</p>
<p>&#8220;Sebentar .. aaah ya saya ingat siapa anda ..&#8221; meski dengan agak sungkan saya menarik kursi ruang tamu dan membiarkan mereka duduk di dalam ..<br />
&#8220;Haaaa tentu saja, pak dokter ingat kami .. kami sering berkunjung kesini&#8221; Yang paling tua membuka omongan ..<br />
&#8220;Semoga pak dokter selalu sehat .. sehingga bisa terus menyehatkan masyarakat ini&#8221; lanjutnya ..<br />
&#8220;Aah bapak terlalu melebihkan ..itu tugas puskesmas, saya tidak bisa melaksanakannya sendirian ..&#8221; berbasa basi saya menghindar ..<br />
&#8220;Waaah kalo bukan bapak yang menjadi pimpinannya pasti ngga akan semaju ini .. kami yakin itu .. terlebih lagi banyak yang sudah disembuhkan oleh pak dokter .. Anda itu bertangan dingin .. itu banyak orang yang bilang di masyarakat .. Bapak harus lebih yakin kalo bapak punya kemampuan seperti itu .. bapak saja yang bisa menyembuhkan .. seperti itu&#8221;<br />
&#8220;Hahahaha &#8230; terimakasih pak .. saya mengerti maksudnya.. tapi saya ini cuma dijadikan asbab, yang menyembuhkan tentu saja bukan saya&#8221; ..</p>
<p>&#8211;</p>
<p>&#8220;Pak dokter ..&#8221; sapa yang gadis, cantik, dandanan merahnya sangat serasi dengan parasnya yang merona.. sepintas saya merasa leher kebayanya agak terlalu kebawah menampilkan sedikit lekukan disana .. *glegh*<br />
&#8220;.. saya teman pak dokter di fesbuk juga lho ..&#8221;<br />
&#8220;Ah .. saya ngga tahu .. maaf &#8221; saya masih jengah melihat lekukan itu ..<br />
&#8220;Waa tentu saja &#8230; teman pak dokter banyak sekali .. mana mungkin hapal satu-satu ..&#8221; bibir merah mungil itu lancar sekali menyahut ..<br />
&#8220;Apa anda tinggal di sekitar sini juga?&#8221; kenapa dengan mata ini .. sulit banget dialihkan ..<br />
&#8220;Iya laah .. saya selalu hadir bila pak dokter ingin sesuatu .. bukannya saya yang biasanya menyemangati pak dokter untuk meraih apapun .. pak dokter bisa melakukan apa saja kalau mau ..&#8221; rasanya saya pernah dengar kata-kata ini ..<br />
&#8220;Apa saja? Kemampuan saya kan ada batasnya ..&#8221; saya mulai tertarik dengan sisi lain pembicaraan ini ..<br />
&#8220;Tapi pak dokter ingin kan ?&#8221; benar-benar memikat .. mungkin seharusnya ia jadi detailer obat atau asuransi ..<br />
&#8220;kemampuan itu bisa dipelajari belakangan .. tapi pak dokter harus yakin dulu bisa meraih sebanyak-banyaknya, sepuas-puasnya.. mumpung masih muda lho&#8221;<br />
&#8220;Saya 1 tahun lagi 40 tahun lho..&#8221;<br />
&#8220;Itu golden age .. di kami itu sangat dihargai .. usia itu bila banyak melakukan program yang kami minta .. kami akan beri penghargaan khusus .. beberapa yang sukses bahkan ada upacara pentahbisan khusus .. dimana setiap kami mencium dahi anda, termasuk saya lho .. &#8221; sambil mengerling mempesona ..<br />
&#8220;eh .. *jengah* .. program apa itu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aha .. ini menariknya .. tidak ada sesuatu yang berbeda dengan pekerjaan yang biasa pak dokter lakukan.. ini hanya tehnik pengembangan diri untuk menuju kesempurnaan manusia .. &#8221; sepertinya memang agen asuransi ..<br />
&#8220;Pak dokter hanya perlu meyakinkan diri bahwa bisa meraih segalanya, .. betul, segalanya .. peningkatan status ekonomi, rumah, mobil, gadget .. haa pak dokter saya dengar ingin memperbaharui hape lagi kan ..&#8221; pasti dia baca salah satu status facebook atau plurk saya ..<br />
&#8220;Apalagi yang ditawarkan?&#8221; masih ingin tahu ..<br />
&#8220;Banyaaak .. keamanan .. misalnya .. pak dokter tinggal sebut .. asuransi kecelakaan, asuransi kecacatan, asuransi jiwa, asuransi umur panjang, asuransi kesehatan, asuransi keperkasaan dan asuransi lainnya ..&#8221; tuuh kan bener ..<br />
&#8220;kami juga bisa meyakinkan pak dokter bisa dicintai banyak orang ..&#8221; eh .. menarik ..<br />
&#8220;Ya.. kiasan dan sesungguhnya .. kami bisa menawarkan program advance agar anda bisa mendapatkan pengikut-pengikut yang patuh dan mencintai anda, seperti saya ..&#8221; huaaaahhhh ..<br />
&#8220;Apa preminya? .. ngga mungkin gratisan aja kan?&#8221; nalar saya mulai nurutin nurani saya yang menggelitik dari tadi ..<br />
&#8220;Ah sederhana kok .. alokasikan waktu pak dokter lebih pada pencapaian tujuan-tujuan tadi &#8230; kemungkinan-kemungkinan mencapai kemakmuran tadi.. arahkan perhatian pak dokter lebih fokus pada upaya-upaya tadi .. jangan mudah teralihkan.. raih segalanya .. jangan pernah puas dengan mendapat satu hal .. kita lupakan dulu beberapa hal yang kaitannya dengan batin, itu dalam teori Maslow masih diperingkat berikutnya .. dan pak dokter masih punya banyak waktu untuk belajar itu nanti ..&#8221;<br />
&#8220;Oooooo .. ya ya .. saya ingat program ini pernah ditawarkan kepada saya&#8221; kuda liar dalam hati saya sudah mulai tenang ..<br />
&#8220;berarti kalian benar-benar di tempat itu ya .. saya rasa sebulan ini saya ngga pernah ditawari lagi ..&#8221;<br />
Sang gadis duduk lebih condong ke depan .. tapi kali ini saya melihat dandanannya ternyata terlalu menor .. kosmetik dan baju seksi itu mungkin melapis usia yg lebih dari kewajaran yang tampak ..</p>
<p>&#8211;</p>
<p>Melihat saya lebih banyak menundukkan wajah, pria yang muda agaknya ingin mengambil alih .. &#8220;aah kita terlalu lama bertamu .. mari pamitan dulu.. ini lebaran, pak dokter mungkin ingin berkumpul dengan keluarga&#8221; sambil tersenyum simpatik..<br />
&#8220;Ah maaf saya tidak punya apa-apa yang bisa disajikan untuk anda&#8221; ..<br />
&#8220;Tidak apa, pak dokter, saya yakin pak dokter rajin beribadah .. itu tampak sekali di wajah bapak ..&#8221; eh kok ngelantur ..<br />
&#8220;yakinlah pak karena ibadah bapak itulah maka bapak beroleh kemuliaan, karena ketekunan bapak itulah bapak sangat dihormati, dan doa-doa bapak itulah yang membuat bapak jadi memiliki rejeki yang cukup&#8221;<br />
&#8220;Eh ini salah satu program juga kan yaa .. kalo ngga salah yang edisi master&#8221; saya tersenyum ..<br />
&#8220;Ah kalo gitu kita pamit saja .. mari pak dokter ..&#8221; agak tergesa mereka angkat kaki ..</p>
<p>Saya membiarkan mereka mereka keluar .. menutup pintu, dan berharap masih bisa menutup pintu yang lain agar mereka tidak pernah mampir dalam diri ini. Saya ingat betul dengan mereka bertiga sekarang, petugas<strong> asuransi An-naar</strong> .. yang tua bernama <strong>takabbur</strong> .. program yang ditawarkannya adalah pengakuan terhadap yg bukan pada saya kepemilikannya .. yang gadis bernama <strong>syahwat</strong>, ia menawarkan berbagai piranti hidup dengan keinginan berlebih untuk mencapainya melebihi kapasitas manusia dan melupakan bahwa ada hal lain yang lebih prioritas utk dicapai. Dan yang terakhir adalah yang paling berbahaya, <strong>syirk</strong>, adalah yang menawarkan program penghambaan kepada tuhan-tuhan, bahkan kepada ibadah itu sendiri lebih daripada kepada Sesembahan Yang Sesungguhnya ..</p>
<p>Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang dikutuk.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/9024_1247404308382_1327669288_723286_7554612_n.jpg" alt="" width="604" height="453" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dragus.cn/religi/tamu-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bersamamu, meski ..</title>
		<link>http://dragus.cn/personal/bersamamu-meski/</link>
		<comments>http://dragus.cn/personal/bersamamu-meski/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2011 21:51:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>draguscn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dragus.cn/?p=5201</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Seorang teman yang kebetulan memperhatikan status saya di BBM (syauq) nanya sperti ini TK : Syauq ma sp gus ?? draguscn: Sama yg dicintai Ton .. TK : Mang cinta nya ad dmn ? draguscn: Ada disekitaran .. TK : Wah dekat tuch&#8230; masih syauq jg&#8230; samperin aj&#8230; draguscn: Bagaimana caranya? Min hablil wariid [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2011/08/kesatria-berkuda.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5202" title="kesatria berkuda" src="http://dragus.cn/wp-content/uploads/2011/08/kesatria-berkuda.jpg" alt="" width="560" height="353" /></a><br />

		<div class='et_quote'>
			<div class='et_right_quote'>
				Sinar matahari enggan menyengat ini pagi ..</br>
Daun-daun luruh di latar kami ..</br>
Angin berdesiran memekatkan kontemplasi ..</br>
Sudahkah lalu kau kesatria dini hari ?</br>
Berbaju besi berkuda kah kau melintasi ?</br>
			</div>
		</div>
	</p>
<p>Seorang teman yang kebetulan memperhatikan status saya di BBM (syauq) nanya sperti ini</p>
<p>TK : Syauq ma sp gus ?? <img src='http://dragus.cn/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/wink.png' alt='Wink' title='Wink' class='tse-smiley' height='20' width='20' /></p>
<p>draguscn: Sama yg dicintai Ton ..</p>
<p>TK : Mang cinta nya ad dmn ?</p>
<p>draguscn: Ada disekitaran ..</p>
<p>TK : Wah dekat tuch&#8230; masih syauq jg&#8230; samperin aj&#8230; <img src='http://dragus.cn/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/smile.png' alt='Smile' title='Smile' class='tse-smiley' height='20' width='20' /></p>
<p>draguscn: Bagaimana caranya? Min hablil wariid ..</p>
<p>TK : Dipuja n dipuji aj&#8230;tar akn merasuk&#8230;<img src='http://dragus.cn/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/smile.png' alt='Smile' title='Smile' class='tse-smiley' height='20' width='20' /></p>
<p>draguscn: Ini malah sdg ditangisi &#8230;</p>
<p>TK : Okay&#8230;slmt menyelam&#8230;</p>
<p>draguscn: Sampai bertemu di kedalaman .. Sahabat ..</p>
<p>TK : (y)</p>
<p>Malam tanggal 21 itu memang terasa syahdu banget sama saya .. ada kayak rasa dibetot-betot di dalam dada ini yang mau ngga mau jadi bikin gelisah .. Apalagi malam itu saya belum betul-betul free untuk mengerjakan sesuatu yang menenangkan ..</p>
<p>Kegelisahan itu makin ngga karu-karuan rasanya dan pada saat adzan isya saya ngga bisa menahan diri saya untuk tidak bercucuran air mata .. entah kenapa mendengar suara adzan dan shalawat sesudahnya terasa sangat mengharukan ..</p>
<p>Pada saat itulah perbincangan diatas terjadi dengan teman saya yang memahami bagaimana pergulatan itu sedang berlangsung .. entahlah apakah karena dia sudah kenal saya selama lebih dari 37 tahun (ya kami mulai berteman dari TK) .. jadi getarnya sampai ke Sidoarjo .. dan bagi saya pembicaraan itu masih ajaib sampai sekarang .. Saya kirim potongan pembicaraan itu ke beberapa temen-temen yang biasanya saling support rasa .. Entahlah yang lewat rasanya nano-nano .. yang senang .. yang terasa khawatir .. yang terasa nyaman .. yang, rindu ..</p>
<p>Semoga saja saat itu memang waktunya jibril lewat .. saya banyak menuangkan rasa, merapal patrap dan berusaha mencicipi sedikit sisa malam yang ada .. Semoga</p>
<p>[draguscn]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<pre></pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dragus.cn/personal/bersamamu-meski/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 1.778 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-05-17 04:06:58 -->
<!-- Compression = gzip -->
